13 Ciri Praktik Perdukunan

4 October 2014 Ruqyah 0 Comments

Beberapa-Praktek-Perdukunan-ParanormalBismillah wal Hamdulillah. Banyak orang yang bingung untuk mendefinisikan praktik perdukunan yang banyak tersebar di tengah masyarakat. Karena minimnya ilmu mereka, atau karena pandainya para dukun untuk berkamlufase, sehingga praktiknya sulit untuk dikenali. Maka dari itu, penulis sajikan tema ini agar bisa jadi acuan, sehingga kita tidak terjebak dalam tipuan syetan melalui praktik perdukunan. Ciri praktik perdukunan adalah:

  1. Bertanya nama pasien dan nama ibunya, bukan ayahnya.
  2. Minta barang second hand (baju, kaos, celana dalam, sarung, sapu tangan dan sejenisnya)
  3. Perlu bagian tertentu dari anggota tubuh (rambut atau kuku)
  4. Minta hewan dengan jenis dan corak tertentu
  5. Membaca mantra yang tak bisa dipahami, atau mencampurnya dengan ayat suci
  6. Menulis rajah atau wifiq untuk pasiennya
  7. Memberi Jimat, gembolan (pegangan) ke pasiennya
  8. Menyuruh pasien mengisolir diri di tempat tertentu
  9. Melarang pasiennya menyentuh air dalam kurun waktu tertentu
  10. Memakai jimat atau menjadikannya sebagai media praktik
  11. Menerawang kondisi masa lalu pasien (Nyongklok, tebak-tebak buah manggis)
  12. Melakukan proses pengobatan jarak-jauh
  13. Berkholwat (berduaan) dengan pasiennya yang lain jenis

Kiat Menghindari Dukun

  1. Ketahuilah bahwa dosa minta bantuan dukun itu sangat besar, agar kita mengerti resiko yang akan kita tanggung jika kita ke dukun.
  2. Yakinlah bahwa dukun itu bukanlah manusia sakti, mereka manusia biasa seperti kita. Hanya saja mereka sedang dalam kendali syetan.
  3. Minta bantuan ke dukun sama dengan minta bantuan ke syetan.
  4. Ketahuilah bahwa yang bisa menyembuhkan kita dan menolong kita dalam berbagai macam permasalahan hidup hanyalah Allah. Bukan dukun. Karena dukun sendiri hidupnya juga bermasalah.
  5. Carilah pengganti dari praktik perdukunan, dan tidak ada pengganti yang tepat dalam hal ini selain ruqyah syar‘iyah.
  6. Sambunglah tali Allah dengan banyak beribadah kepada-Nya, sehingga kita tidak segan untuk memohon kepada-Nya di saat kita memerlukannya atau butuh bantuan-Nya.

Warning Syari’at Islam

Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian mendatangi dukun. Mereka itu tidak ada apa-apanya.“ (HR. Bukhari).

Di riwayat lain, “Suatu saat, ada sekelompok orang datang ke Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam. Di antara mereka ada yang menggenggam sesuatu di tangannya, dan di letakkan di balik punggung. Orang tersebut berkata, “Wahai Rasulullah, tebaklah apa yang aku sembunyikan‘. Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallammenjawab, “Aku bukanlah dukun. Karena para dukun dan praktik perdukunan yang mereka lakukan akan berada dalam neraka.“ (HR. Tirmidzi).

Di hadits shahih lainnya, Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukan dari golongan kami, orang yang menentu-kan nasib sial dan untung berdasarkan tanda-tan-da (benda) burung atau lainnya, (yang bertanya dan yang menyampaikannya), atau bertanya kepa-da dukun dan yang mendukuninya, atau yang me-nyihir dan yang meminta sihir untuknya.” (HR. Al-Bazzar, dengan sanad Jayyid). Jauhi dukun, kembalilah kepada Allah. Wallohul musta’an.

Ust. Hasan Bishri, Lc.