Umat Islam di Persimpangan Jalan

15 May 2015 Ruqyah 0 Comments

ikhwanul-muslimin-dan-hasan-al-bannaRisalah Ikhwanul Muslimin .. 09-09-2014

Bismillahirrahmanirrahim

Saat ini umat Islam sedang bergolak melakukan berbagai demontrasi melawan tirani, penindasan dan korupsi. Dan sebelumnya melawan kolonialisme, dan akhirnya mampu menggulingkan pemimpin rezim militer yang korup, lalu masyarakat mulai bernafas lega dan memimpikan perubahan, bahkan memproyeksikan aspirasi dan impian.

Umat Islam melaju dengan cara yang benar  untuk memelihara identitasnya dan menghargai martabatnya, menebarkan kebebasan dan mobilisasi kedaulatannya, memilih sosok  yang dapat memimpinnya, menetapkan konstitusi yang mengatur hidupnya, dan mulai di jalan menuju demokrasi sejati, sehingga mulai maju ke depan di berbagai sektor kehidupan, meskipun perjalanannya kakinya terikat oleh warisan yang berat akibat korupsi dan akumulasi utang yang ditinggalkan oleh  rezim militer, dan adanya upaya penggagalan dan penjegalan yang dilakukan oleh lembaga negara yang sangat rusak dan politisi yang bobrok, para pebisnis dan media yang suka berbohong.

Namun demikian buah dari revolusi dan pemerintahan sipil yang demokratis mulai tampak di tengah bangsa yang mendambakan kemerdekaan dan kehormatan, dan Pemerintahan yang bermartabat menolak ketergantungan, dan bangga pada kemandirian, berinteraksi dengan pemerintahan yang besar secara konstitusi, berusaha menerapkan swasembada pangan, obat-obatan dan senjata, melahirkan program industri raya, merekonstruksi proyek-proyek besar nasional, dan meningkatkan kehidupan masyarakat, serta memerangi tindak korupsi dalam segala bentuknya. Sementara itu, Barat dan para pengikutnya dari negara-negara di kawasan berpandangan, bahwa adalah bahaya membiarkan kebangkitan bangsa sebagai lokomotif umat, sebagai model yang menggabungkan Islam, kebebasan dan demokrasi lalu menarik orang untuk menirunya, sehingga akan terjadi kehilangan sistem, menafikan kepentingan, dan memadamkan umat menuju peradaban manusia secara integral di dunia.

Konspirasi Atas Revolusi Musim Semi Arab Tidak Akan Berhenti

Munculnya konspirasi yang dibangun oleh Barat dan selalu digembar-gemborkan olehnya, lalu di diadopsi dan didanai oleh negara-negara di wilayah ini (Arab-red), bahkan ikut didalamnya berbagai kekuatan yang ada; baik  media, politik, hukum, agama, pengusaha dan polisi, yang dikomandoi oleh pimpinan militer.

Mereka melakukan kudeta militer (di Mesir) dan berjuang menumpahkan darah rakyat Mesir, merampas kehormatan dan kebebasan para bangsawan dan rakyatnya, menguasai secara ilegal sistem pemerintahannya, menyimpang dari jalan yang lurus, dan mencoba me-ilegalkan organisasi Ikhwanul Muslimin dan pendukungnya ssebagai para penyeru kebebasan dan kemuliaan.

Revolusi musim semi Arab terus mengalami dan menghadapi upaya penggulingan, di Tunisia jutaan umat bergolak untuk menghidupkan kembali kelompok rezim lama dan membentuk front baru, mulai dari  ekstrim kanan hingga ekstrim kiri untuk menghadapi para pengusung demokrasi Islam dan pengikutnya, sementara Barat tidak pernah ragu untuk melawan revolusi yang berlawanan dengan keamanan negaranya dan mempekerjakan sarana pembunuh berdarah bayaran.

Di Libya jutaan dan berbagai kontainer senjata masuk, secara buru-buru beberapa faksi dari sisa-sisa rezim lama, terutama para tentara, para teknokrat yang ambisius dan kekuatan sukuisme di mobilisir, hingga terjadi tindakan penggempuran atas para pemberontak bersenjata melalui serangan pesawat Emirat Arab dan fasilitas Mesir.

Di Yaman, negara-negara Teluk secara susah payah memutar mundur roda perubahan sehingga menjadikan revolusi tidak sempurna, bahkan mereka tidak pernah ragu menciptakan berbagai masalah besar untuk menggagalkan stabilitas negara dan kesatuan rakyatnya.

Di Palestina, tidak henti-hentinya upaya (rekayasa) yang dilakukan organisasi Palestina baik regional dan internasional untuk menghindari kemenangan yang dicapai oleh HAMAS lalu memaksa para pengiknya untuk tunduk dan menyerah.

Begitupula adanya usaha penghadangan revolusi di Suriah, dan intifadhah Sunni di Irak, dan kemunculan secara tiba-tiba gerakan-gerakan dan organisasi asing yang umat sendiri tidak mengetahui dari mana asal muasalnya atau siapa yang mendukungnya, sehingga menambah pergolakan di wilayah tersebut, konflik sektarian yang semakin merajalela dan perang  yang terus berkecamuk, lalu merekayasa kelompok yang disebut dengan terorisme, agar menjadi alasan untuk melakukan intervensi, campur tangan dan pembantaian.

Semua ini adalah gambaran berdarah yang disaksikan oleh para pemerhati di wilayah, memprediksikan akan adanya gejolak gunung berapi yang mendidih di dalamnya, dan dibalik itu Blain arat melontarkan isu guna menambah perpecahan, pertikaian, perceraian dan permusuhan, sehingga terjadi kelambanan melngembalikan kesadarannya, kebebasannya dan kebangkitannya hingga beberapa dekade dari waktu yang berjalan.

Generasi Revolusioner Tidak Akan Mundur

Generasi muda saat ini tidak akan membiarkan dirinya hidup di dunia yang penuh dengan kehinaan, penindasan, tirani dan korupsi, seperti yang dilakukan oleh generasi sebelumnya, mereka sadar bahwa perubahan dimulai oleh adanya kehendak yang mereka membara  dan tekad yang kuat. Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

 Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. Ar-Ra’ad:11

 Karena itulah, Rakyat Mesir  harus terampas hak-hak dan kebebasan-Nya, dan membayar semua itu dengan pengorbanan dan darah; guna menyelamatkan diri, bangsa, generasi dan negaranya dari cengkeraman perampas konstitusi baik internal maupun eksternal, dan membangkitkan negara dan bangsanya agar berada di tempat yang layak, memperbaharui kondisi untuk bisa berkonstribusi pada peradaban yang damai bagi dunia dan manusia secara keseluruhan, kelak tujuan dan misi ini akan terwujud, insya Allah.

Di Tunisia: revolusi yang berlawanan mengalami kegagalan, sedangkan kondisi di Mesir kesadaran para revolusioner dan persatuan nasional belum normal kembali, dan kita memohon kepada Allah agar menyelamatkan warga Tunisia dari tipu daya musuh.

Di Libya: Pasukan militer bayaran mengalami kekalahan dan mulai tersingkap adanya konspirasi internal dan regional, serta terkuak peran Emirates Arab, sekutu dan pengikutnya, sehingga membuat para revolusioner untuk kembali bersatu dan melakukan perlawanan kontra-revolusi,  semoga mereka dapat meraihnya, Insya Allah.

Di Mesir: Rakyat mengepung kudeta dengan gerakan revolusinya yang beragam guna menghancurkan pemerintahan kudeta dengan cara damai yang fantastis, terutama setelah tragedi pembantaian yang dilakukan oleh pemimpin kudeta atas mareka (rakyat Mesir).

Di Palestina, jantung Arabisme dan problema utama umat: bahwa kemenangan HAMAS di Jalur Gaza atas tentara terkuat di wilayah ini yang didukung oleh kekuatan kolonial Barat dan sekutu zionis  Arab yang telah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, ukhuwah dan Arabisme, keadilan dan kebebasan.

Hal ini menunjukkan bahwa bangsa ini jika mau sadar, merdeka dan memantapkan kakinya di jalan yang benar dan bekerja dengan penuh semangat yang sama seperti yang dilakukan oleh HAMAS di Gaza; pasti akan unggul secara fantastis, tidak hanya di bidang produksi militer saja, tetapi di semua bidang kehidupan, begitu pula di bidang peradaban, psikologi dan spiritual  manusia, seperti yang diajarkan oleh Islam.  Inilah Yang akan diwujudkan oleh Generasi Muda, insya Allah.

Wahai para generasi muda umat Islam, berhati-hatilah terhadap rekayasa dan konspirasi yang akan diarahkan kepada kalian, gunakanlah hak untuk memilih pemerintahan kalian, dan kesatuan negara serta pembentukan kesadaran bangsa kalian, dan jangan biarkan musuh bangsa dan antek-anteknya memecah belah dan memaksakan keinginkan mereka atas kalian berupa rezim diktator militer berdarah, dan percayalah bahwa kemenangan dan pertolongan Allah sudah dekat

 وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

 ”Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa”. (Al-Hajj:40)

 وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu”. (Al-Baqarah:143)

Allah Akbar Walillahil Hamdu ( al-ikhwan.net )